Tahun berulang:
Sungguh aneh...karna waktu tak pernah kembali,
dan usia terus memanjang (atau mungkin,lebih tepat, memendek, melesat)seperti pasang yang naikkala mentari turun di kaki langit.
Ku (tak) ingatentah berpuluh kali tahun kembali,
namun masa mudaku tak turut bersama tahun.
Aku, seperti mentari temaram itu,perlahan tapi pasti, kian dekatdengan penghujung usia,rambut memutih seperti pasir laut pasang.
Apakah yang sempat kutangkap dari ulangan tahun yang senantiasa meninggalkanku di belakang?
Dari waktu yang begitu cepat, begitu singkat,seperti kejap matakuyang kala terbuka, menatap dunia baru:
Dunia lama pudar bagai mimpi?Kusulang anggur untuk diriku sendiri,hangatnya memenuhi dadaku,dan kurasakan hidup setetes yang kutegukbagai mereguk arus pasangyang datang tiada habis-habisnya.
Dan kubisikkan dalam hati:"Inilah hidup."Selamat ulang tahun.
27 September 2007
hal yang amat sangat membanggakan dan membahagiakan adalah ketika mendapatkan apa yang selama ini hanya di anggap imajinasi saja , begitu pula dengan puisi ini, lu2 dapatan dari seorang yang amat lu2 kagumi, trims dan salam hormat buat bapak manneke budiman
jakarta 6 oct 2007
Sabtu, 06 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar